Pengendalian Diri (Mujahadatun Nafs) dalam Menggapai Hidup Mulia


Hidup adalah pilihan, hidup adalah tantangan, hidup adalah perjuangan, dan hidup adalah pengabdian. Begitulah kiranya saya dapat menyimpulkan tentang apa sih hakikat kehidupan itu.

Dalam hidup, setiap manusia akan dihadapkan dengan berbagai persoalan, baik itu menyenangkan, biasa-biasa saja, hingga yang menjengkelkan sekalipun. Bagaimanapun keadaannya, maka mau tidak mau kita harus siap menghadapi segalanya. 

Dengan begitu, dari setiap persoalan yang kita hadapi, disitulah diri  kita akan ditempa, dibentuk, dan dibiasakan oleh sesuatu dan hal-hal yang akan menjadikan diri kita semakin hari semakin menjadi manusia yang tangguh dan berguna serta mampu menghadapi segala persolan kehidupan selanjutnya.

Kontrol diri merupakan aspek yang penting dalam kesehatan mental. Kemampuan mengendalikan diri sendiri merupakan indikasi utama sehat tidaknya kehidupan psikologi seseorang. Orang yang sehat secara kejiwaan akan memiliki tingkat kemampuan kontrol diri yang baik, sehingga terhindar dari berbagai gangguan jiwa ringan apalagi yang berat.

Apakah Anda termasuk orang yang mampu mendisiplinkan diri sendiri? Jika ya, Anda patut mensyukurinya karena memiliki kontrol diri yang baik berkaitan erat dengan keberhasilan didalam hidup dilihat dari berbagai aspek, mulai dari disukai orang lain, pencapaian pendidikan yang lebih tinggi, hingga peluang mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

Dan tentu saja kontrol diri akan mendorong kondisi mental dan kesehatan fisik yang lebih baik.

Bahkan menurut Profesor psikolog dan pakar kontrol diri, Dr Roy Baumeister, sejumlah penelitian menunjukan kontrol diri yang kuat juga membantu seseorang hidup lebih lama.

Hal itu terjadi karena kontrol diri sangat berperan dalam mendisiplinkan diri untuk tetap konsisten melakukan perilaku atau pilihan hidup yang sehat.

"Makan dengan benar, berolahraga, berhenti merokok, tidak minum alkohol..semua hal itu sangat bergantung pada pengendalian diri dan hal itu berkontribusi pada kesehatan seseorang baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek," kata Dr Baumeister.

Di Era globalisasi ini, tatanan kehidupan masyarakat banyak mengalami perubahan. perubahan ini terjadi dalam segala bidang, yaitu bidang politik, keamanan, pemerintahan, ekonomi, sosial, dan budaya. nah untuk mengatasi perubahan di era globalisasai di mulai dari kita sendiri yaitu dengan Pengendalian diri.

Dalam bahasa umum Pengendalian diri adalah “Tindakan Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang akan merugikan dirinya sendiri di masa kini maupun di masa yang akan datang. Kerugian itu bermacam macam seperti sakit badan, sakit hati, bangkrut, gagal dalam menggapai cita-cita.

Adapun dalam bahasa Agama pengendalian diri adalah upaya untuk menjaga diri dan perbuatan perbuatan yang di larang oleh agama. Allah memerintahkan kita untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.

Dalam melakukan pengendalian diri awal yang harus kita lakukan adalah hendaknya kita mampu mengendalikan hati kita, karena hati sangat berkuasa atas wawasan, pikiran, tindakan, seseorang sebagi contoh; ketika kemarahan memuncak, suasana hati sering kali bergolak tak terkendali . tekanan yang kian menumpuk terus membengkak hingga mencapai titik batas, dan terus bertumpuk, emndekati titik kritis yang tak tertahankan. Akibatnya persoalan kecil yang biasanya tidak menimbulkan masalah apa-apa , akan berubah menjadi masalah serius yang sangat mengesalkan hati dan membuat kita sangat resah atau gusar dan Puasa adalah cara melatih diri untuk mengendalikan diri kita.

Tujuan utama pengendalian diri adalah untuk memperoleh keberhasilan, kemajuan dan kebahagiaan. Di lihat dari sudut agama tujuan pengendalian diri adalah menahan diri dalam arti yang luas. Menahan diri dari belenggu nafsu duniawi yang berlebihan dan tidak terkendali, atau nafsu batiniah yang tidak seimbang.


Berikut ini adalah strategi Pengendalian diri:

  • Ingat selalu kepada Allah SWT yang senantiasa mengatur diri kita, yang selalu mengawasi perbuatan kita.
  • Berfikir terlebih dahulu dengan menggunakan akal yang jernih keuntungan dan kerugian bagi diri kita sebelum melakukan sesuatu
  • Bertanya pada hati ruhani kita yang paling dalam ketika akan melakukan perbuatan
  • Bersabar ketika terkena musibah
  • Bersabar dalam mengerjakan sesuatu yang di perintahkan oleh Allah SWT
Berikut file PDF yang bisa kamu download : Materi Pengendalian Diri (Mujahdatun Nafs) Di Sini



Terima kasih telah membaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama