Dosa yang Dianggap Sepele

Dosa Sepele

Syaitan memiliki sejala cara untuk menjerumuskan manusia. Dosa dijadikan nampak indah dan ditabiatkan pada diri manusia. Alhasil, manusia melakukan perbuatan dosa sebagai suatu hal yang biasa dilakukan dan lupa akan ancamannya. Berikut dosa-dosa yang sering dilakukan dengan entengnya karena menyepelekannya. Padahal, tak sedikit di antara dosa-dosa tersebut yang masuk dalam dosa syirik dan pelakunya diancam api neraka.
1. Beribadah karena ingin dilihat orang
Melakukan ibadah hanya karena ingin dilihat orang lain merupakan sikap riya’. Padahal riya termasuk dalam syirik kecil karena menyekutukan Allah dalam niat. Termasuk di dalamnya ialah memperbagus shalat karena dilihat orang, memamerkan donasi yang diamalkan, mengharap pujian akan amalan yang dilakukannya, serta sikap sum’ah yakni ingin amalannya didengar dan diberitakan banyak orang.
Meluruskan niat saat beribadah memang cukup sulit. Apalagi di era digital saat ini di mana setiap orang dapat memposting segala aktivitasnya di media sosial. Luruskanlah niat, beristigfarlah jika di tengah ibadah tiba-tiba syaitan mengacaukan niat untuk berpaling dari lillahi ta’ala. Rasulullah bersabda dalam hadits qudsi, “Barang siapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepada-Ku, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak aku terima) amal syiriknya.” (HR. Muslim).
2. Thiyarah
Yakni meramal nasib buruk karena melihat burung atau hewan tertentu. Hal ini banyak terjadi di tengah masyarakat dan seakan menjadi keyakinan turun temurun. Sebagai contoh, meyakini bahwa mendengar suara burung gagak sebagai pertanda kematian, meramal rezeki dari tokek, dan hal sejenis lain. Termasuk dalam thiyarah yakni menganggap angka 13 sebagai angka sial, menganggap bulan Shafar sebagai waktu sial untuk menikah, menganggap hari tertentu sial jika bepergian dan lain sebagainya seperti menghitung tanggal sial dan tak melakukan hajatan di tanggal tersebut.
Padahal Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang (kepercayaan) thiyarahnya mengurungkan hajat (yang hendak dilakukannya), maka ia telah berlaku syirik. Mereka (para shahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa kaffarat (tebusan) darinya (jika melakukannya)? Beliau bersabda, “Hendaklah salah seseorang dari mereka mengatakan, ‘Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau’.” (HR. Imam Ahmad).
3. Tidak tuma’ninah saat shalat
Inilah dosa yang sering dilakukan bahkan menjadi kebiasaan sebagian besar muslimin, yakni tidak tuma’ninah atau tidak menyempurnakan gerakan saat shalat. Padahal para ulama sepakat memberi batas minimal lama yang diperlukan setiap gerakan shalat. Namun tak sedikit muslimin yang mengerjakan shalat dengan tidak meluruskan punggung saat ruku’ atau sujud, tidak tegak berdiri lurus saat itidal, sujud seperti burung tengah mematuk, dan lain sebagainya yang bergerak seakan terburu-buru dalam shalat hingga gerakan tidak sempurna.
Rasulullah bersabda, “Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya. Mereka (shahabat) bertanya , ‘Bagaimana ia mencuri dalam shalatnya?’ Beliau menjawab : (Ia) tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.” (HR. Imam Ahmad). Hadits lain, Nabi Muhammad bersabda, “Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud.“ (HR. Abu Dawud).
4. Khalwat
Dari Umar bin Khattab, Rasulullah bersabda, “Sungguh janganlah masuk seorang laki-laki dari kamu setelah hari ini kepada wanita yang tidak ada bersamanya (suami atau mahramnya), kecuali bersamanya seorang atau dua orang laki-laki.” (HR. Muslim). Rasulullah juga bersabda, “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali pihak ketiganya adalah syaitan” (HR. At Tirmidzi).
Berduaan dengan pria atau wanita non mahram juga dosa yang sering dianggap sepele. Khalwat berlaku tak hanya di rumah atau ruang tertentu, namun juga di mobil, di kantor atau di ruang kelas. Berlaku pula ketika seorang wanita hanya bersama seorang sopir pria, atau seorang pria bersama pembantu wanitanya, dokter bersama pasiennya, pegawai dengan bosnya, adik ipar dengan kakak ipar, dan hubungan saudara lain yang bukan non mahram.
5. Berjabat tangan dengan non mahram
Saat ini berjabat tangan antara pria dan wanita non mahram menjadi hal lumrah dan tak dianggap sebagai dosa. Kebiasaan tersebut menjadi tradisi yang dianggap biasa oleh muslimin tanah air. Seorang yang ingin berakhlak islami dengan enggan menjabat tangan non mahram justru dianggap ekstrem, tak bisa bersosial dan julukan lainnya.
Padahal Rasulullah jelas mengabarkan bahwa, “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath Thabrani). Rasulullah pun tak pernah menjabat tangan wanita non mahram sepanjang hidup beliau. Tentu tak ada manusia di bumi ini yang hatinya lebih bersih dari Rasulullah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak menyentuh wanita (non mahram).” (HR. Ahmad).
6. Ghibah
Menggunjing atau ghibah seakan tak bisa lepas saat teman atau kerabat saling bertemu, acara kumpul, bahkan menjadi program televisi dengan beragam jenisnya. Muslimin biasa melakukan ghibah meski dosa ghibah sangat jelas digambarkan dalam Al Qur’an dan hadits. Allah berfirman, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (QS. Al Hujurat: 12). Nabiyullah Muhammad juga bersabda, “Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak api Neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad).
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian apakah ghibah itu? Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui.’ Beliau lalu bersabda, ‘(Yaitu) engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.’ Seorang lalu bertanya, ‘Bagaimana jika apa yang aku katakan itu (memang) terdapat pada saudaraku?’ Rasulullah menjawab, ‘Jika yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah), dan jika yang kamu katakan itu tidak terdapat padanya, maka engkau telah berdusta padanya’.” (HR. Muslim). Dari hadits ini jelas diketahui bahwa ghibah bukanlah sekedar menggosip. Berkata sesuatu tentang orang lain pun termasuk ghibah meski yang dibicarakan benar adanya.
7. Dua orang berbisik saat sedang kumpul bertiga
Nabi Muhammad pernah bersabda, “Jika kalian sedang bertiga, maka janganlah dua orang berbisik tanpa seorang yang lain, sehingga kalian membaur dalam pergaulan dengan manusia. Sebab yang demikian itu akan membuatnya sedih.” (HR. Al Bukhari). Termasuk dalam hadits sahih ini yakni berbisik berdua dan meninggalkan orang keempat, kelima dan seterusnya.
Dalam sebuah majelis, atau acara kumpul-kumpul, berbisik hanya dengan satu orang bukanlah akhlak seorang muslim. Selain menyakiti hati orang lain yang tak mendengar, sikap ini juga dapat menjadi cara syaitan untuk memecah belah umat Islam. Syaitan akan membisikkan kebencian dan kecurigaan pada sesama muslim. Inilah perbuatan sepele yang ternyata dapat berdampak besar, juga dibenci oleh Allah dan Rasulullah.
Demikianlah tujuh dari sekian dosa yang sering dianggap sepele dan menjadi kebiasaan yang sering kali dilakukan dalam keseharian. Sebagai seorang muslim, tentu dosa-dosa tersebut hendaklah dihindari dan ubahlah kebiasaan diri yang tidak mencerminkan akhlak islami.
Sumber : Muslimahdaily.com

Terima kasih telah membaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca, mudah-mudahan apa yang anda baca ada manfaatnya. Dengan senang hati, jika anda berkomentar pada tempat yang disediakan dengan bahasa yang santun..

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama